Air, kebutuhan pokok manusia yang paling utama, dan harus ada setiap saat, salah satu hal mendesak yang harus selalu dipenuhi. Bukan rahasia lagi jika Indonesia berada di peringkat 4 dunia setelah China, India, dan Amerika. Banyaknya jumlah penduduk inilah yang menyebabkan timbulnya permasalahan yang sulit diatasi. 97% tubuh kita air, manusia dapat bertahan tidak makan selama 3 hari, tapi tanpa air ? 
Pentingnya air buat manusia, antara lain dipakai untuk minum, mengolah makanan, mandi, energi, transportasi, pertanian, industri, dan rekreasi. Namun, saat ini jumlah air makin terbatas dan kualitasnya pun semakin menurun, dikarenakan hilangnya akses yang layak terhadap air bersih bagi sebagian orang. *Miris
Air yang dikonsumsi manusia, bukan sembarang air lho. Ada syarat mutlaknya, apa itu ? Nih.
Syarat air minum tercantum dalam Keputusan Menteri Kesehatan No. 907/MENKES/SK/VII/2002. Persyaratan kualitas air minum meliputi persyaratan bakteriologis, kimiawi, dan fisik. Menurut Departemen Kesehatan, syarat- syarat air minum adalah tidak berasa, tidak berbau, tidak berwarna, tidak mengandung logam berat dan bakteri patogen seperti E. Coli.
Ada beberapa persyaratan yang perlu diketahui mengenai kualitas air baik secara fisik, kimia dan juga mikrobiologi.
1. Syarat fisik, antara lain:
a. Air harus bersih dan tidak keruh, b. Tidak berwarna apapun, c. Tidak berasa apapun, d. Tidak berbau apapun, e. Suhu antara 10-25 C (sejuk), f. Tidak meninggalkan endapan.
2. Syarat kimiawi, antara lain:
a. Tidak mengandung bahan kimiawi yang mengandung racun, b. Tidak mengandung zat-zat kimiawi yang berlebihan, c. Cukup yodium, d. pH air antara 6,5 9,2.
3. Syarat mikrobiologi, antara lain:
Tidak mengandung kuman- kuman penyakit seperti disentri, tipus, kolera, dan bakteri patogen penyebab penyakit.
Dengan standar tersebut maka air konsumsi yang kita gunakan akan aman bagi kesehatan kita.
Nah, udah tau kan syaratnya ?
Lalu, sekarang, gimana kalau airnya gak memenuhi syarat diatas ? Apa dampak buat tubuh manusia ?
Ini dia :
1. Jika mengandung logam berat dapat merusak organ vital, karena dapat mendenaturasi protein, air yang mengandung logam berat juga akan tertimbun di berbagai organ terutama saluran cerna, hati dan ginjal.
2. Jika mengandung bakteri patogen dapat dapat menyebabkan muntaber.
3. Menimbulkan iritasi pada kulit. Air yang bersih itu tidak menimbulkan iritasi pada kulit. Jika setelah Anda mandi timbul gatal- gatal, maka sudah dipastikan bahwa air tersebut tidak bersih.
Ngeriii banget !
Apalagi sekarang, makin banyak fakta kalau air bersih mulai langka. Nih :
“Di Indonesia, menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan saat ini sebanyak 77 persen di seluruh kabupaten/ kota di Jawa sudah mengalami krisis air. Diperkirakan Pada tahun 2025, jumlah kabupaten/ kota yang defisit air akan meningkat hingga mencapai sekitar 78,4 persen dengan defisit mulai dari satu hingga dua belas bulan, atau defisit sepanjang tahun. Saat ini, terdapat 38 kabupaten/kota yang akan mengalami defisit air bersih. Dari jumlah itu sekitar 35 persennya akan mengalami defisit air cukup tinggi. Sementara itu, pada 2025 nanti, khusus untuk wilayah Jabotabek, saat ini tercatat 60 persen pasokan air berasal dari waduk Jatiluhur, sekitar 50 persen kabupaten/kota mengalami defisit air dan diperkirakan meningkat menjadi 100 persen sekitar 1,5 dasawarsa mendatang.”
Sumber lain dari PBB :
“Lebih dari satu miliar orang tidak memiliki akses terhadap air bersih, tiga miliar orang tidak memiliki layanan sanitasi yang memadai, dan angka kematian akibat penyakit menular melalui air yang kurang bersih mencapai tiga juta kematian per tahun”
“Hampir 1/2 penduduk dunia menderita berbagai penyakit yang diakibatkan oleh kekurangan air/ air yang tercemar”
“Anak kos harus berbagi air untuk mandi, mencuci dan kakus, bahkan hanya dibatasi beberapa gayung air untuk melakukan kegiatan tersebut - Kota Malang, Jawa Timur.
“1 dari 4 orang di dunia kekurangan air minum”
“Daerah rawan krisis air bersih di Pulau Jawa adalah Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur”
“Awal tahun 2008 Kabupaten Banyuwangi Kehilangan 32 sumber mata air”
“Tingkat konsumsi masyarakat akan air bersih baik perkotaan maupun pedesaan masih dibawah 50% dari jumlah masyarakat Indonesia”
“Untuk memenuhi kebutuhan air yang mendesak, warga yang mengalami kesulitan air rela mengonsumsi sisa air irigasi persawahan. Air yang berwarna coklat tersebut dipakai warga untuk minum”
Sumber : http://matoa.org/fakta-air-di-indonesia-…

Padahal kan Indonesia memiliki 6% persediaan air dunia atau sekitar 21% dari persediaan air Asia Pasifik. Tapi dari tahun ke tahun permasalahan krisis air bukannya berkurang tapi malah bertambah. Ini dikarenakan banyaknya permasalahan yang terjadi, antara lain :
1. Permasalahan penduduk, jumlahnya semakin banyak dan tidak terkendali, beralih fungsinya lahan menjadi pemukiman dan daerah industri,
2. degradasi lingkungan, dan menurunnya ketersediaan air.
3. Sumber- sumber air dicemari oleh limbah industri yang tidak diolah atau karena penggunaanya yang melebihi kapasitas untuk dapat diperbaharui
4. Alih fungsi hutan menjadi perkebunan
5. Penebangan liar dan minimnya reboisasi
6. Penggunaan air yang tidak efisien baik secara individu maupun secara sistem irigasi.
7. Kawasan perkotaan yang berbeton sehingga menyulitkan air hujan terserap ke tanah
Supaya masalah- masalah tersebut tidak terus berkelanjutan. Maka, kita harus melakukan upaya penyelamatan lingkungan, termasuk penyelamatan sumber mata air. Upaya penyelamatan lingkungan demi mengatasi krisis air bersih dapat dilakukan melalui:
1. Menggalakkan gerakan hemat air (misalnya dengan menggunakan satu gelas air untuk gosok gigi; tidak membuang air sisa yang masih bersih, eks sisa wudhu yang bisa digunakan untuk menyiram bunga/ pohon, mematikan keran air jika tidak diperlukan).
2. Menggalakkan gerakan menanam pohon seperti one man one tree.
3. Konservasi lahan, pelestarian hutan dan daerah aliran sungai (DAS).
4. Pembangunan tempat penampungan air hujan seperti situ, waduk, dsb sehingga airnya bisa dimanfaatkan saat musim kemarau.
5. Mengurangi pencemaran air oleh limbah rumah tangga, industri, pertanian maupun pertambangan.
6. Mengkampanyekan penghematan air melalui stiker yang dibagikan.
Waaah, ribet ya. Cuma gara- gara krisis air, bisa kayak gitu dan membutuhkan tenaga ekstra buat mengembalikannya. Apalagi sekarang kita terancam minum air yang walaupun keliatan jernih tapi belum tentu aman buat dikonsumsi.
Eits, untuk masalah itu. Tak perlu khawatir.
Solusinya, ada di Pure It.
Haaaa ? Pure It ?

yap, produk dari Unilever ini sudah teruji klinis melalui berbagai penelitian. Mulai dari ITB, UGM, dsb dan mendapat sertifikat resmi.
Nah, sebelumnya Pure It itu alat sterilisasi air tanpa gas dan listrik. So ? gak perlu nambah biaya buat bayar listrik dan gas yang semakin lama- makin meninggi. Gak perlu dimasak dulu. Langsung bisa diminum. Gak ribet kan. sekarang, udah gak jamannya lagi minum air kematengan, hihi..
Terus, gimana cara kerja Pure It ?
Pure It bekerja dengan 4 Tahap Pemurnian Air Canggih yang disebut Teknologi Pembunuh Kuman, hanya dengan menuangkan air tanah atau air PAM yang biasa digunakan ke bagian atas Pure It.

Banyak keuntungannya juga kalau pakai Pure It ;
Ngilangin kuman yang berbahaya, hemat uang karena gak perlu beli galon, gas buat masak air, dan listrik, selain itu juga mudah dipakai. Nah, sip banget gak tuh ?

Ada pesen nih dari Molly :

*ps : dengan adanya fakta diatas, semoga banyak orang yang mulai peduli dengan lingkungan dan ketersediaan air. Letarikan lingkungan demi anak cucu kita. Pure It juga. ^.^
Sehingga dunia yang dahaga akan terpenuhi kebutuhannya.
Sumber rujukan :
http://www.wwf.or.id/?26120/Air-Bersih-d…
http://www.sudahtahu.com/2012/02/09/65/2…
http://www.pureitwater.com/ID
http://www.pureitwater.com/ID/benefits