Ekonomi Regional - ANALISIS POTENSI RELATIF PEREKONOMIAN WILAYAH

10 Oct 2012

ANALISIS POTENSI RELATIF PEREKONOMIAN WILAYAH

MAKALAH

UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH

Ekonomi Regional

Yang dibina oleh Bapak Thomas Soseco, SE, M.Sc

Oleh:

1. Didin Elok Parastiti                            110432406735

2. FirdhaChoirun Nisa                            110432401849

3. Marendra Mahardi Kengrat                110432426511

4. Nicho Pramana Putra                          110432401848

5. Rosa Wahyu Buana Dewi                   110432401843

6. Satyani Prameswara T                         110432426504

7. Shofiul Umam                                     110432406732

8. Silviana Noerita                                  110432406743

Description: Logo UM 3D.jpg

UNIVERSITAS NEGERI MALANG

FAKULTAS EKONOMI

JURUSAN EKONOMI PEMBANGUNAN

PRODI S1 EKONOMI DAN STUDI PEMBANGUNAN

September 2012

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Seorang perencana wilayah harus memiliki kemampuan untuk menganalisis potensi wilayahnya. Hal ini terkait dengan kewajibannya di satu sisi menentukan sektor-sektor riil yang perlu dikembangkan agar perekonomian daerah tumbuh cepat dan di sisi lain mampu mengidentifikasi faktor-faktor yang membuat potensi sektor tertentu rendah, serta menentukan prioritas untuk menanggulangi kelemahan tersebut. Setelah otonomi daerah, masing-masing daerah sudah lebih bebas dalam menetapkan sektor/komoditi yang diprioritaskan pengembangannya. Kemampuan pemerintah daerah untuk melihat sektor yang memiliki keunggulan/kelemahan di wilayahnya menjadi semakin penting. Sektor yang memiliki keunggulan, memiliki prospek yang lebih baik untuk dikembangkan dan diharapkan dapat mendorong sektor-sektor lain untuk berkembang.Ada beberapa alat analisis yang dapat digunakan untuk menentukan potensi relatif perekonomian suatu wilayah. Alat analisis itu antara lain keunggulan komparatif, location quotient, dan analisis shift-share.

Peningkatan peran KUMKM di daerah tertinggal/terisolir merupakan bagian dari upayamendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah, khususnya daerah pedesaan dalamupaya pengentasan kemiskinan. Sungguhpun sebagian besar masyarakat di daerah tertinggal/terisolirdiperbatasan hidup dari sektor pertanian, namun dalam membangun daerah tertinggal/terisolir bukansemata hanya ditujukan untuk mengembangkan sektor pertanian saja, melainkan mencakup seluruhkegiatan pembangunan yang meliputi seluruh aspek kehidupan masyarakat. Dengan demikianpembangunan ekonomi daerah tertinggal/terisolir mestinya bisa dirajut melalui pendekatanketerpaduan pengembangan dan pertumbuhan antar sektor yang ada. Perlunya penekananpembangunan daerah tertinggal/terisolir tidak lain untuk menjaga perimbangan pembangunan dengandaerah lain yang lebih maju dan dinamis.

Pada akhir-akhir ini pengembangan wilayah perbatasan menjadi perhatian pemerintah karenamemiliki arti penting dan strategis terkait dengan otonomi daerah, perdagangan bebas, strategiglobalisasi, dan bahkan pada konteks kedaulatan nasional. Demikian dengan kawasan perbatasandi Indonesia ditandai dengan kesenjangan pembangunan dengan negara tetangga, kemiskinan yangtinggi, isolasi karena akses yang sulit, kualitas sumber daya yang rendah, serta sarana prasarana yangminim. Pada umumnya wilayah perbatasan merupakan daerah tertinggal/terisolir dimana secara umumrawan baik dari aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, serta pertahanan dan keamanan.Fenomena yang sangat menonjol adalah maraknya kegiatan illegal logging, illegal trading, arus migrasiilegal (illegal traficking), serta bergesernya patok-patok pembatas antar negara. Mengingat kerugianyang besar yang dapat ditimbulkan secara ekonomi dan politik, pembangunan kawasan perbatasanmenjadi sangat penting untuk dilakukan agar daerah tersebut tidak menjadi daerah tertinggal/terisolir.

Berbagai metode analisis potensi relatif bersifat analisis internal. Dengan demikian, hasil analisis potensi relatif harus dilengkapi dengan analisis atas faktor-faktor lainnya yang turut memengaruhi prospek pengembangan komoditi tersebut.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud analisis potensi relatif perekonomian wilayah?

2. Bagaimana alat analisa yang digunakan  untuk mengukur potensi relatif

perekonomian wilayah ?

3. Bagaimana cara perhitungan alat-alat analisis pengukur potensi relatif

perekonomian wilayah?

1.3 Tujuan

1. Mendeskripsikan gambaran analisis relatif perekonomian wilayah

2. Mendeskripsikan  alat-alat analisa pengukur potensi relatif perekonomian

wilayah

3. Mendeskripsikan cara perhitungan alat-alat analisis pengukur potensi relatif

perekonomian wilayah




TAGS Ekonomi Regional


-

Author

Follow Me