BLKBB Pertemuan ke 7

16 Oct 2012

Agrifina Widya Satuti                    110432406734

Danang Bagus Prabowo                 110432426506

Reza Setyobudi                     110432406739

Silviana Noerita                    110432406743

Bank dan Lembaga Keuangan Bukan Bank

Offering K/ S1 IESP

Analisis perkembangan financial deepening dan financial inclusion di ASEAN, serta komparasikan dengan di Indonesia.

Financial deepening di negara ASEAN dapat dilihat dari sisi rasio utang (leverage) perekonomian, rasio ini adalah total instrumen utang (pinjaman bank, obligasi, dan utang luar negeri) terhadap PDB. Data dari Beck dan Demirguc-Kunt (2010), mengompilasi data struktur sektor keuangan berbagai negara di dunia. Studi mereka menunjukkan bahwa rasio leverage Indonesia adalah sebesar 56,67%, terhitung rendah dibandingkan dengan Malaysia (222,08%), Thailand (144,93%), dan Filipina (80,70%). Dan posisi Indonesia berada di urutan paling akhir. Financial Deepening di Indonesia dapat berkembang apabila melaksanakan funding base seperti di negara ASEAN lainnya.

Financial Inclusion di negara- negara ASEAN berdasarkan kepemilikan rekening penduduk masing- masing negara. Dari jumlah penduduk di atas 15 tahun yang sekitar 239,9 juta, kepemilikan rekening di Indonesia hanya 19,6 persen di mana untuk rekening simpanan sebesar 15,3 persen dan kredit 8,5 persen. Jumlah tersebut masih di bawah negara ASEAN lain seperti Malaysia, Thailand, Filipina, dan Singapura. Malaysia memiliki total kepemilikan rekening sebesar 66,2 persen dari jumlah penduduk di atas 15 tahun atau sebanyak 28,4 juta jiwa. Sementara Thailand 72,7 persen, Filipina, bahkan Singapura sebesar 98,2 persen penduduk di atas 15 tahun telah memiliki rekening.

Sesuai data yang ada, kepemilikan rekening di Indonesia 19,6%; Malaysia 66,2%; Thailand 72,7%, Filipina dan Singapura sebesar 98,2%. Hal ini disebabkan oleh pelayanan yang masih kurang menjangkau masyarakat di daerah. Menurut kami, Bank di Indonesia kurang efisien, karena memiliki banyak bank, namun hanya memiliki sedikit cabang yang ada di daerah. Berbeda dengan bank di luar negeri yang memiliki jumlah sedikit tetapi memiliki cabang yang banyak. Selain itu, bank di lima negara ASEAN lebih mementingkan pelayanan, sedangkan bank di Indonesia lebih banyak menarik nasabah dengan cara memberikan iming- iming hadiah dibanding pelayanan yang maksimal.


TAGS BLKBB Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan


-

Author

Follow Me