Ceria Bersama Mereka

19 Aug 2013

Berkumpul dengan keluarga, saudara, serta teman adalah hal yang paling menyenangkan dalam hidup. Setidaknya itulah yang saya rasakan ketika bertemu dengan anggota keluarga besar yang lama tidak pulang ke Jawa. Adek Amara dan Adek Chika.

Membicarakan tentang keluarga ibu selalu menyenangkan, mungkin karena sejak kecil saya dibesarkan di lingkungan keluarga ibu, jadinya saya lebih dekat secara personal dengan anggota keluarga besar ibu dibanding dengan keluarga bapak.

Ibu saya enam bersaudara, yang pertama bernama Pakpuh Hadi tinggal di Surabaya dan memiliki lima anak, dua perempuan, dan tiga laki- laki, yang kedua Bude Pur tinggal di Pare, memiliki dua anak laki- laki, yang ketiga Bude Yun juga tinggal di Pare dan juga memiliki dua anak laki- laki, yang keempat ibu saya memiliki dua anak saya dan adek, yang kelima Bulek yang tinggal di Batam, Kepri memiliki dua anak perempuan, dan yang keenam masih dalam proses pencarian jodoh.

Itu artinya cucu di keluarga besar nenek ibu ada tigabelas, lima perempuan dan sisanya laki- laki. Saya yang sejak kecil tinggal dekat dengan nenek ibu selalu merasa kesepian karena jarang bertemu dengan saudara perempuan yang lain. Alhamdulillah tahun ini kami diberi kesempatan untuk dapat berkumpul semua. Meskipun tanpa kehadiran mbah uti dan mbah kung.

Saya sangat senang, akhirnya saya dapat bertemu dengan saudara perempuan saya yang lain. Selama ini, kami hanya berkomunikasi melalui dunia maya, telpon dan sms pun juga sangat jarang.

Awal bertemu di bandara, tentu masing- masing dari kami malu- malu, wajar. Tapi, saya sadar, kan saya yang lebih tua jadi alangkah baiknya jika saya yang ngayomi untuk mengakrabkan persaudaraan. Jadi, tiap ada kesempatan saya ajakin ngobrol, cerita ini itu akhirnya akrab dan kayak gak mau pisah.

Oh ya, sepupu saya ini namanya Amara Trada sekarang sedang duduk di bangku SMP kelas delapan, sama seperti adik saya Donni. Satunya lagi bernama Chika Galuh masih kelas 4 SD. Sepertinya, pepatah pisang setandan tidak semuanya matang benar adanya karena dari kedua sepupu saya ini sifatnya sangat berbeda. Amara sangat pendiam tapi dia pintar dalam bidang akademik, selain itu juga aktif kegiatan sekolah, seperti pramuka, juga rajin anaknya. Gimana saya bisa tau ? jelas diceritain sama bulek, dan membuktikan sendiri saat bertemu. Sedangkan Chika ceriwis tiada ampun, sampai capek kalau ditanya- tanya, tapi pintar menghapal dan sangat telaten.

Selama di Kediri, sepupu saya ini memanfaatkan waktu dengan les di Kampung Inggris Pare selama satu bulan, ikut kelas Elementary dan Talk More di salah satu tempat kursus. Kami juga sering pergi bersama ke SLG, Kelud, dan juga KBS (akan saya ceritakan lain waktu).

Oh ya, saya sangat senang ketika Amara bilang ingin punya blog. Ini gara- gara bulek yang cerita kalau saya sering dapat hadiah. He He He *jadi malu* Kalau mau mengunjungi blog adek saya disini yaamaratrada.blogdetik.com.

Senja selalu datang lebih cepat, saat kita bahagia. Begitupun dengan kebersamaan saya dan sepupu ini. Kemarin tanggal 15 Agustus mereka harus pulang ke Batam karena tanggal 16 ada pembagian kelas di sekolahnya, dan tanggal 19 (hari ini) sudah aktif belajar.

Sedih memang, tapi kita pasti akan bertemu lagi di lain kesempatan. :D

Foto- foto kebersamaan kami :

Saya yang pakai kacamata, Amara yang agak ndut, dan Chika yang paling kecil.

b93e94a0c6b28705d993a2648a575bdc_silvi


TAGS #30HariNonStopNgeblog


-

Author

Follow Me